Inilah Prinsip ke 8 menjadi Milyarder yang sudah terbukti mensukseskan Orang Kaya: Win Win
Apakah maksudnya Win Win? Win-Win ada 2 macam.
Yang pertama adalah Win (tangannya menunjuk ke diri sendiri), kemudian baru Win (tangannya menunjuk ke orang lain).
Cukup bagus, tapi ada yang lebih bagus yaitu yang kedua: Win (tangannya menunjuk ke orang lain lebih dahulu), baru Win (tangannya menunjuk ke diri sendiri).
Salah satu contoh, ketika kita bisa memastikan orang lain Win terlebih dahulu, maka kita akan bisa menjadi Win. Jangan Win dan kita lose/ kalah, tidak boleh juga.
Ataupun lose lose juga tidak baik, atau kita Win orang lain lose tidak boleh juga karena akan tahan sebentar saja dan orang jadi tidak mau lagi.
Contohnya saya mempunyai teman, yang sangat-sangat luar biasa. Dia membeli tanah di suatu tempat. Tanahnya ini sudah tidak laku, dan harganya tinggi. Tapi teman saya ini punya ide untuk membuat nilai tambah yang luar biasa, karena uang itu sebenarnya adalah ide. Dan dia jago sekali buat ide dan dia buat orang lain merasa Win terlebih dahulu, dan benar-benar Win baru kita bisa Win, dan setelah itu Anda akan bisa make money, so much money.
Teman saya tadi menemukan ada tanah, harganya 1 Juta US. Ini hanya sekadar contoh, tapi True Story, Kisah Nyata.
Harga tanah 1 Juta US dia tawar 1.2 juta US. Orang yang ditawar berkata: sepanjang sejarah orang yang nawar itu pasti nawar lebih murah, kenapa Anda nawar lebih tinggi?
Saya mau 1.2 juta, tapi 1 juta saja saya mau, kenapa Anda nawar 1.2 juta?
Nah, teman saya ini berikan orang yang punya tanah ini Win dahulu, baru dia minta dia Win. Apa yang dia minta? Dia bilang: "Begini, Anda akan saya bayar 1.2 juta, walaupun 1 juta ini sangat-sangat mahal dan sudah 10 tahun juga tidak laku, saya mau tawar 1.2 juta karena saya ada pemikiran ini. Saya minta option atau hak nya terlebih dahulu. Didalam waktu satu tahun baru akan kami bayar"
Jadi maksud option nya adalah hak nya dipindahkan dulu kepada teman saya, sehingga teman saya bisa membuat gambarnya, membuat design nya dan sebagainya, dan bisa ditawarkan dan
dia bisa dapat duit yang lebih banyak baru dia bayar.
Kemudian yang punya Tanah tanya:
"Loh, nanti kalau tidak laku bagaimana? Trus kemudian Anda batal?"
Lalu teman saya jawab: "Kalau saya batal, apakah ada resikonya bagi Anda? Kan selama ini juga tidak laku, dan kalau laku bisa jadi 1.2 juta US atau Untung 20% dalam waktu 1 tahun"
Lalu orang itu pikir-pikir: "Betul juga selama ini 1 juta tidak ada orang yang mau, tapi sekarang 1.2, dan kalau ternyata dia tidak berhasil, ya Nothing to lose, tidak ada ruginya, paling saya jual lagi kepada orang lain. Tapi kalau dia berhasil, saya untung 20%".
Akhirnya dia merasa Win, mendadak dia setuju untuk membuat teman saya mempunyai Hak terlebih dahulu, bahkan tanpa uang sama sekali.
Kemudian apa yang terjadi, teman saya ini menawarkan tanah kepada satu Hotel yang besar sekali karena tanahnya sangat sangat luas. Dan Hotel ini merasa tidak suka membangun disini, karena jauh dari keramaian walaupun tempatnya sangat-sangat indah, tapi masih sangat-sangat mentah, jadi masih butuh waktu untuk membangunnya.
Dan ketika dia ragu-ragu, teman saya ngomong kepada orang yang punya Hotel: Tenang saja, kamu datang dulu ke tempatnya, lihat saja. Dan begini, dari gambar, nanti kamu boleh pilih tempatnya, entah berapa luas selama masih masuk akal, akan kami berikan GRATIS !
Dengan kata Gratis ini, teman saya memastikan bahwa orang tadi merasa Win dulu. Dan ternyata Hotel tadi setuju, karena nama Hotelnya besar dan begitu dia melihat tempat yang begitu indahnya dan dia merencanakan akan ada Lapangan Golf juga disana, dan Resortnya yang semua di tepi pantai, Pantainya akan dikeruk dan semua akan dibikin indahnya, dengan lautnya yang begitu luasnya dan masih ada lumba2nya dan beautiful sekali.
Akhirnya Hotel yang sangat terkenal ini setuju untuk membuka Hotel disana. Dan ketika dia setuju untuk buka Hotel disana, teman saya datang ke tempat orang yang memiliki Lapangan golf yang sangat terkenal di dunia, dan dia ngomong: "Mari kita buka disini, Hotel yang ternama dan namanya ini sudah buka loh".
Kemudian orang yang punya lapangan golf ini, yang jago design & terkenal sekali di seluruh dunia, dia pikir2: "Mmm.. Boleh sih, tapi itu belum prioritas saya".Jawab teman saya: "Nggak apa-apa, lihat saja dulu, nanti kamu boleh kapling dulu entah berapa luas selama masih masuk akal, akan kami berikan secara GRATIS ! "
Katanya: "Oh kalau Gratis boleh juga". Kemudian dia semangat, lihat dan ukur-ukur, kemudian dia minta luas tertentu, dan karena masih masuk akal, "Ok!" kata teman saya dan dikasihGratis.
Apa yang terjadi? Valuasi marketnya seketika naik dari 1 juta US jadi 6 juta US. Kemudian dia kapling dan dia jual sebagian, dan uangnya dia bayarkan kepada pemilik tanah sejumlah 1.2 Juta US. Kemudian ketika dia develop, duitnya dia masukkin.
Dan ketika Hotelnya mulai develop, mendadak harga tanah di area Resort / daerah tadi naik jadi 50 juta US. Tanpa Uang..!
Jadi ketika kita memastikan Orang lain Win, dan kita Win, Prinsip ini adalah sangat-sangat mencerahkan, membuat orang lain sangat kaya, membuat orang lain sangat bahagia, hidupnya lebih mudah, dan inilah yang harus kita tempuh: Win and Win, orang lain kita pastikan dulu Win,
baru kita pastikan diri kita juga Win.
Demikian Prinsip ke 8 Milyarder ini.
Sumber: Tung Desem Waringin
Saturday, February 21, 2009
Prinsip Milyarder 8: WIN WIN
Posted by
Nur Aini
at
4:01 AM
0
comments
Labels: 24 Prinsip Milyarder, Motivasi Entrepreneurship, Renungan
Saturday, February 14, 2009
Prinsip Milyarder 6: Alam Semesta itu Berlimpah
Berikut adalah Prinsip ke 6 Milyarder yang Mencerahkan: "Alam semesta itu berlimpah, tidak ada kekurangan, kecuali didalam pikiran kita sendiri"
Alam semesta begitu berlimpahnya, begitu luar biasanya. Laut begitu banyak ikannya, hutan hutan, matahari berlimpah, tidak ada kekurangan kecuali dalam pikiran kita sendiri.
Banyak sekali orang yang merasa kekurangan energi, minyak habis. Coba lihat disekitar kita, sekarang teknologi dengan pikiran kita bisa menemukan teknologi tenaga surya, yang makin hari
makin murah, dan kemudian juga teknologi bahan bakar dengan menggunakan air (H2+O), dan kemudian yang terjadi adalah sisa pembuangannya adalah H2O, pembuangannya adalah air.
Begitu berlimpahnya tenaga yang ada disekitar kita, dan alam semesta yang begitu berkelimpahan, sekali lagi yang membatasi hanya pikiran kita sendiri.
Dikatakan oleh rekan saya yang sangat sangat kaya, Robert Kiyosaki, dia ngomong begini, bahwa kekayaan di alam semesta ini seperti samudra yang begitu luasnya, yang tidak akan habis-habisnya kalau kita ambil karena masih akan ada hujan, masih ada air sungai, masih ada air tanah yang akhirnya kembali ke kekayaan tadi.
Dan dikatakan oleh Robert Kiyosaki bahwa tolong dipastikan ketika kita ngambil air dari samudra tadi atau mengambil kekayaan tadi, Please deh.. setidaknya Anda bawa ember, Ember itulah pikiran Anda.
Jangan mengambil dengan sendok teh, karena kalau Anda ambil dengan sendok teh, nanti cucu anda akan omong: loh kok Anda dari jaman dulu tidak kaya-kaya, karena Anda bawanya pake sendok teh sih..
Nah, sendok teh ini adalah pikiran kita, kalau pikiran kita sekecil sendok teh maka kekayaan kita adalah sesendok teh.
Jadi terserah kita ambil dari samudra pakai apa, pakai sendok teh, dia akan tetap ada banyak,
pakai ember dia juga tetap ada banyak, selama kita membuat nilai tambah. Pake Container, pake Pompa, demikian banyak bahkan ratusan lalu kita sedot, tetap saja kekayaan itu ada selama kita membuat nilai tambah.
Seperti cerita tadi diawal, inspirasi dari nabi Abraham, yang bagaimana dia mengubah 2 kambing jadi 10 kambing, karena dia buat nilai tambah. Gandum 1 genggam menjadi berpuluh-puluh kilogram, kilogram menjadi berpuluh-puluh ton bibitnya, karena dia membuat nilai tambah.
Jadi Selama Anda membuat nilai tambah sedemikian banyak dan mengambil kekayaan di alam semesta ini, Anda akan tetap berkelimpahan.
Sumber: Tung Desem Waringin
Posted by
Nur Aini
at
2:50 PM
0
comments
Labels: 24 Prinsip Milyarder, Motivasi Entrepreneurship, Renungan
Thursday, February 12, 2009
Positive Mental Attitude
Tiba-tiba terlintas dalam ingatan Saya lagu Kemury berjudl Positive Mental Attitude itu. Waktu Saya kuliah, lagu itu sempat booming. Dinyanyikan oleh band beraliran ska asal negeri Sakura. Saya jadi ingin menulis, ya..meskipun sederhana, dan tulisan Saya yang pertama sejak Saya melahirkan buah hati Saya yang pertama, tapi mudah-mudahan, tulisan ini bisa menambah motivasi dan menjadi inspirasi Anda hari ini.
Sebetulnya positive mental attitude itu kayak gimana, sih?
Attitude sendiri secara harfiah berarti tingkah laku. Lebih jauh lagi, attitude bisa ditafsirkan sebagai perilaku yang mendarah daging yang tampak dalam keseharian seseorang sampai ke tindakannya yang paling kecil sekalipun.
Saya kurang bisa bercerita bagaimana positive mental attitude itu sebenarnya. Tapi, kurang lebih contohnya seperti ini. Jika kita punya bos yang super duper galak, mak di saat ia selalu mengkritik kita, di saat setiap tindakan dan pekerjaan kita tidak perah ada yang benar. Saat itu bukan kebencian yang harusnya muncul di hati, bukan pula rasa sebal dan kesal (tapi, pasti ada sih ya? :-) ), tapi yang harus ada adalah semangat yang terbakar untuk terus maju dan berusaha lebih baik lagi.
Contoh lain lagi, ketika kita kehilangan sesuatu, misalkan barang berharga. Di saat itu hilang, berdo'alah agar barang tersebut bermanfaat di tangan orang yang mengambil dan menemukannya. Selain Anda tidak dongkol, Anda pun mendapatkan pahala karena berniat bersedekah. Bagaimana? Gampang ya?
Positive mental attitude melahirkan pribadi yamng selalu riang, penuh semangat, menyukai
tantangan, dan pantang menyerah. Menjauhkan kesedihan dan rasa putus asa. Melahirkan pribadi yang selalu ingin terus maju. Terus melangkah walaupun itu hanya satu langkah.
Dan percayalah, di sekeliling orang yang memiliki positive mental attitude selalu terdapat kebaikan. Dia memandang dunia dengan perasaan positif, maka dunia pun akan memantulkan lingkungan yang positif di sekitarnya. Karena dunia akan memantulakan kembali cara orang memandangnya.
Posted by
Nur Aini
at
9:46 PM
0
comments
Labels: Motivasi Entrepreneurship, Renungan
Tuesday, October 7, 2008
Ternyata Uang Tidak Langka
Banyak orang yang bertanya, "Ke mana saya harus mencari uang?", "Apa yang bisa menghasilkan uang?". Sebagian besar orang mungkin mempunyai pertanyaan-pertanyaan yang senada. Tetapi di lain pihak, mungkin ada yang bertanya, "Orang-orang kok pusing ya cari uang? Apakah uang itu memang langka, sehingga sulit dicari? Padahal uang itu banyak, buktinya di bank-bank setiap hari masih banyak orang yang antri".
Sekarang coba kita lihat data di bank. Pasti uang yang beredar di negeri ini mencapai triliunan rupiah per harinya. Apakah uang langka? Tentu tidak khan?? Lalu tanyakan berapa omzet sebuah produk yang selalu dikonsumsi orang Indonesia. Miliaran rupiah per harinya!! Wah...ternyaa uang tidak langka... Lalu kenapa kita jadi sulit menemukan uang? Kok uang yang triliunan rupiah itu tidak mampir ke kantong kita ya.... Itulah masalahnya. Jadi, kalau mau banyak rezeki, jadilah orang yang selalu dilewati oleh perputaran uang yang banyak itu, yaitu PENGUSAHA. Rahasianya sederhana, bukan?
Di negeri ini begitu banyak orang pintar, begitu banyak manajer tangguh, namun masih sedikit perusahaan Small Medium Business yang muncul. Itu pun kebanyakan karena turunan. Mereka menjadi wirausahawan karena bapaknya juga pengusaha. Padahal tingkat pendidikan mereka sedang-sedang saja. Di sisi lain, mereka yang pintar-pintar setingkat manajer misalnya, banyak yang tidak berani menjadi pengusaha.
Apa sih kesulitan utama yang membuat seseorang enggan memulai suatu usaha? Menurut orang yang belum pernah menjadi pengusaha, kesulitan itu terdiri dari lima huruf, yaitu MODAL. Modal uang.
Padahala kalau kita lihat, banyak pengusaha sukses yang memulai bisnisnya nyaris tanpa modal. Sebuah lembaga pendidikan terkemuka memulai bisnis bimbingan belajarnya dengan uang hasil pendaftaran siswa-siswanya. Contoh lainnya, banyak developer apartemen mendapatkan modal untuk membangun dari uang muka para pembelinya. Modalnya hanya membuat brosur untuk ditawarkan ke calon pembeli. Jadi, siapa bilang jadi pengusaha harus punya modal besar?
Bagi anda yang masih merisaukan tentang "MODAL", saya tawarkan bisnis nyaris GRATIS. Anda bisa memulainya dengan nyaris tanpa modal. Silahkan klik di sini. Selanjutnya tergantung komitmen dan kerja keras anda.
Tag: pengusaha, modal, uang
Disadur dari tulisan Ir. Goenardjoadi Goenawan, MM "Virus Entrepreneurship" dalam buku "Menjadi Kaya dengan Hati Nurani"
Posted by
Nur Aini
at
9:44 AM
0
comments
Labels: Motivasi Entrepreneurship, Renungan
Saturday, September 20, 2008
Segitiga Sukses Kehidupan
Ada sbuah true story tentang perjalanan seorang eksekutif. Awalnya ia adalah seorang direktur di sebuah perusahaan multinasional. Karier dan kedudukannya terhormat meski ia bukan seorang pemimpin puncak. Tapi, ketika ada pergantian pemegang saham, yang ternyata tidak begitu menyukainya, seluruh jabatnnya dipreteli hingga ia hanya menjadi seorang karyawan biasa. Tetapi buat dia tidak masalah, karena baginya kerja adalah ibadah. Jabatan dan posisi hanya efek dari keseriusan kita menjalankan ibadah, selain itu gajinya juga tidak berkurang.
Setelah sekian lama, mungkin pemilik baru ini akhirnya kasihan, akhirnya dia diberikan jabatan baru yang terkesan diada-adakan untuk eksekutif seperti dia yaitu yang berkaitan dengan manajemen lingkungan seperti kesehatan dan keselamatan kerja. Tetapi dia ikhlas menjalaninya. Tanpa dinyana, karena dia menjalankan dengan senang hati, jabatannya berkembang dan dia menjadi orang oenting yang sering keluar negeri.
Tetapi. badai kembali datang, yang memaksa si eksekutif ini untuk keluar dari perusahaanya tersebut. Dengan perasaan serbaik sangka kepada Allah, dia menerima dengan lapang dada meskipun kini dia seorang pengangguran. Ternyata, jabatan kurang penting tentang manajemen lingkungan yang dulu dipegangnya membawa berkah. Sebuah perusahaan safety international di Amerika Serikat mengontaknya hingga akhirnya dia bekerja di perusahaan tersebut dengan gaji seperempatnya dari gaji yang dulu dia terima, walau begitu gaji yang dia terima dalam bentuk dollar. Rezeki dan nasib tidak bisa diterka, krisis membuat nilai tukar dollar dari Rp. 2500,- menjadi Rp. 15000,- (waktu itu), sehingga gajinya menjadi berkali-kali lipat.
True story ini membuahkan satu kesimpulan. Ada tiga kunci agar orang bisa sukses dalam kehidupan. Kunci-kunci ini disebut sebagai Segitiga Sukses kehidupan.
Segitiga ini berbentuk sama sisi. Dalam beberapa kondisi ia akan menuju ke salah satu sisinya, tapi kemudian akan segera kembali sama sisi dengan tindakan sisi atau sudut lain sebagai penyeimbang. Segitiga ini terdiri atas tiga titik sudut, yaitu Khusnudzan (berbaik sangka),Syukur, dan Sabar.
A. Kunci Pertama KHUSNUDZAN
Menurut sang eksekutif, kunci pertama sukses adalah selalu berprasangka baik kepada Allah. Apapun yang menimpa diri kita, apakah itu baik atau buruk, maka itulah yang terbaik bagi kita menurut-Nya. Bahkan ia tidak perduli lagi apakah yang menimpanya sesuatu yang baik atau buruk, yang ada dalam benaknya adalah berusaha sebaik mungkin dan hanya berharap pahala dari Allah SWT.
B. Kunci Kedua SYUKUR
Apabila sesuatu yang menimpa diri kita sesuai dengan keinginan kta, maka kunci kedua adalah syukur. Syukur karena masih mempunyai gaji meskipun jabatan rendah, sykur atas segala yang dialaminya. Jadi, bentuk syukur manusia adalah dengan mengucapkan terima kasih atau alhamdulillah, kemudian memanfaatkan rezeki ke jalan yang diridhai-nya. Selain itu, dengan bersyukur insya Allah, Allah akan menambah nikmat-Nya.
C. Kunci Ketiga SABAR
Apabila sesuatu yang menimpa diri kita tidak sesuai dengan keinginan kita, maka kunci ketiga adalah sabar. Kesabaran akan mudah dilakuka bila dikaitkan dengan kunci pertama, yaitu KHUSNUDZAN. Karena di balik semua itu, insya Allah selalu ada hikmah atau kebaikan yang tersembunyi.
Hikmah adalah makna hakiki yang terkandung dalam sebuah peristiwa. Hikmah selalu bernilai positif karena mencerminkan sifat Allah yang Ar-Rahman dan Ar-Rahim. Setiap peristiwa ada hkmahnya, ada manusia yang bisa menemukan, ada yang tidak. Kebiasaan mencari hikmah dalam setiap peristiwa juga mempengaruhi mudah tidaknya seseorang mendapatkan hikmah.
Posted by
Nur Aini
at
9:37 PM
0
comments
Labels: Motivasi Entrepreneurship, Renungan
Wednesday, July 30, 2008
Percaya pada Kemampuan Diri Sendiri
"Jika ada keyakinan yang dapat menggerakkan gunung, itu adalah keyakinan
dalam diri Anda"
-- Marie von Ebner-Eschenbach, penulis, 1830-1916 --
SEWAKTU masih kecil, mungkin Anda pernah mendengar kisah adaptasi yang
berjudul 'The Little Engine That Could'? Buku itu bercerita tentang
kereta api yang bergerak menuju bukit dengan perlahan dan
tersendat-sendat. Lokomotifnya berkata pada diri sendiri, "Aku bisa, aku
bisa, aku bisa." Kereta pun terus bergerak naik perlahan hingga tiba di
atas bukit dengan selamat.
Pelajaran sederhana yang dapat diberikan dalam cerita tersebut ialah:
percayalah pada kemampuan diri sendiri. Jika seandainya lokomotif itu
tidak percaya akan kemampuannya tiba di atas bukit, bisa jadi kisah
dalam buku itu berakhir dengan menyedihkan.
Bukan hanya lokomotif itu saja yang dapat mengatakan, "Aku bisa, aku
bisa, aku bisa", tetapi Anda pun dapat melakukan hal yang sama. William
Arthur Ward, seorang penulis kondang asal Amerika mengatakan, "Saya
adalah pemenang karena saya berpikir seperti pemenang, bersiap jadi
pemenang, dan bekerja serupa pemenang." Ward betul, jika Anda berpikir
menjadi seorang pemenang, maka memang benar Anda seorang pemenang.
Kisah heroik sang lokomotif itu dalam dunia nyata dibuktikan sendiri
oleh Hendrawan, atlet bulutangkis Indonesia. Tahun 1997, Hendrawan
dinyatakan sudah habis oleh PBSI. Karena faktor usia dan prestasinya
yang terus menurun, PBSI bermaksud mengeluarkan Hendrawan dari Tim
Pelatnas. Tapi Hendrawan punya keyakinan sendiri, bahwa ia percaya akan
kemampuannya dan belumlah habis. Hendrawan masih percaya bahwa ia dapat
meraih prestasi yang lebih baik lagi. Dengan keyakinan dan kepercayaan
diri yang tinggi, dan tentu saja diiringi oleh kerja keras yang tidak
mengenal lelah, Hendrawan menunjukkan kepada dunia bahwa ia memang mampu
meraih prestasi yang luar biasa.
Hendrawan pun membuktikan kemampuannya setelah sempat dinyatakan sudah
habis. Tahun 1998, Hendrawan menjadi penentu kemenangan Tim Thomas
Indonesia. Pada tahun itu juga ia menjuarai Singapura Terbuka. Kemudian
di tahun 2000, Hendrawan kembali menjadi penentu kemenangan Tim Thomas
Indonesia. Di tahun itu pula ia mengukir namanya dengan meraih medali
perak dalam Olimpiade Sydney. Masih di tahun yang sama, ia menjadi
runner up Jepang Terbuka. Dan pada tahun 2001, ia menjadi Juara Dunia
Tunggal Putra, sebuah gelar yang menjadi idaman pebulutangkis manapun di
dunia. Dan pada tahun 2002, ia kembali membawa Indonesia mempertahankan
Piala Thomas ke Tanah Air.
Percaya akan kemampuan diri sendiri tak harus ditunjukkan oleh mereka
yang berprofesi sebagai atlet, yang bekerja di kantoran, yang mempunyai
stamina fisik yang prima, atau mereka yang masih muda dan memiliki
semangat menggebu-gebu. Percaya pada diri sendiri, percaya akan
kemampuannya, dapat ditunjukkan oleh siapa pun. Tanpa mengenal umur,
pekerjaan, status, dan jenis kelamin sekalipun.
Generasi sekarang mungkin hanya mengenal nama Mak Erot. Seorang tokoh
pengobatan legendaris khusus laki-laki yang kini telah tiada. Nama lain
yang tak kalah kesohornya yang hampir mirip adalah Mak Eroh. Generasi
sekarang mungkin tak mengenal nama ini. Tahun 1988, nama Mak Eroh sempat
menyedot publik nasional. Saat itu, semua orang ramai
memperbincangkannya . Mak Eroh, waktu itu berumur 50 tahun, perempuan
dari Kampung Pasirkadu, Desa Santana Mekar, Kecamatan Cisayong,
Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat memang telah mengukir prestasi besar.
Apa yang membuat nama Mak Eroh melambung? Mak Eroh, bergelantungan
seorang diri di lereng yang tegak di tebing cadas, di lereng timur laut
Gunung Galunggung. Mak Eroh berhasil berjuang sendirian membuat saluran
air sepanjang 47 hari. Ketika pertama kali Mak Eroh melakukannya, banyak
masyarakat sekitar yang mencibir tindakannya. Tapi hal itu tidak
menyurutkan langkahnya untuk terus bekerja. Mak Eroh percaya akan
kemampuan dirinya, walau saat itu usianya boleh dibilang tidak muda
lagi. Seorang wanita yang mustinya menikmati hari tuanya dengan menimang
atau bermain dengan cucunya.
Mak Eroh yang hanya mengecap pendidikan hingga kelas III SD dan memiliki
tiga orang anak, dalam aksinya menggunakan tali areuy, tali sejenis
rotan sebagai penahan ketika bergelantungan. Sedangkan alat yang dipakai
untuk 'mengebor' tebing cadas hanyalah cangkul dan balincong, sejenis
linggis pendek.
Saluran untuk mengalirkan air dari Sungai Cilutung akhirnya berhasil
diselesaikan. Berhentikah tindakan Mak Eroh mengebor tebing cadas?
Belum. Dengan semangat yang tak kenal menyerah, Mak Eroh melanjutkan
membuat saluran air berikutnya sepanjang 4,5 kilometer mengitari 8 bukit
dengan kemiringan 60-90 derajat. Bukan main! Pengerjaannya kali ini
dibantu oleh warga desa yang mau membantunya, setelah melihat dengan
mata kepala sendiri hasil yang telah dilakukan Mak Eroh. Dalam waktu 2,5
tahun, pekerjaan lanjutan itu terselesaikan dengan baik. Hasilnya? Bukan
hanya lahan pertanian sawah Desa Santana Mekar yang terairi sepanjang
tahun. Tapi juga dua desa tetangga yang ikut menikmati kucuran air hasil
kerja keras Mak Eroh setelah warganya membuat saluran penerus, yaitu
Desa Indrajaya dan Sukaratu.
Aksi Mak Eroh akhirnya sampai juga ketelinga Presiden Suharto. Atas
aksinya yang tergolong berani dan memberikan manfaat yang besar bagi
masyarakat sekitar, Mak Eroh mendapat penghargaan Upakarti Lingkungan
Hidup pada tahun 1988. Setahun kemudian, dia juga meraih penghargaan
lingkungan dari PBB.
Dua kisah di atas memberikan hikmah bahwa sebenarnya kita memiliki
kepercayaan diri yang tinggi atas kemampuan yang kita miliki. Seperti
yang dikatakan oleh Mary Kay Ash, pengusaha kosmetik sukses asal
Amerika, "Anda bisa melakukannya jika Anda berpikir demikian, dan jika
Anda kira tidak dapat melakukannya, Anda benar." Percayalah akan
kemampuan diri sendiri. Jadilah lokomotif, dan teruslah bergerak untuk
maju. (210708)
Sumber: Percaya Pada Kemampuan Diri Sendiri oleh Sonny Wibisono,
penulis, tinggal di Jakarta
Posted by
Nur Aini
at
12:28 AM
0
comments
Labels: Motivasi Entrepreneurship, Renungan
Tuesday, July 29, 2008
Money is Important, but Not Everything
Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Sarah, putri pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu untuknya.
Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama. "Kok, belum tidur ?" sapa Andrew sambil mencium anaknya. Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari.
Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Sarah menjawab, "Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa ?"
"Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya ?"
"Ah, enggak. Pengen tahu aja" ucap Sarah singkat.
"Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp. 400.000,-. Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja. Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur. Jadi, gaji Papa dalam satu bulan berapa, hayo ?"
Sarah berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar, sementara Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Andrew beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Sarah berlari mengikutinya.
"Kalo satu hari Papa dibayar Rp. 400.000,-untuk 10 jam, berarti satu jam Papa digaji Rp. 40.000,-, kalau setengah jam Rp 20.000,- dong" katanya.
"Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur" perintah Andrew.
Tetapi Sarah tidak beranjak. Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian, Sarah kembali bertanya,
"Papa, aku boleh pinjam uang Rp. 5.000,- enggak ?"
"Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini ? Papa capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah".
"Tapi Papa..."
Kesabaran Andrew pun habis. "Papa bilang tidur !" hardiknya mengejutkan Sarah.
Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya. Usai mandi, Andrew nampak menyesali hardiknya. Ia pun menengok Sarah di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Sarah didapati sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp. 15.000,- di tangannya. Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Andrew berkata,
"Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Sarah. Tapi buat apa sih minta uang malam-malam begini ? Kalau mau beli mainan, besok kan bisa, Jangankan Rp.5.000,- lebih dari itu pun Papa kasih" jawab Andrew
"Papa, aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini".
"lya, iya, tapi buat apa ?" tanya Andrew lembut.
"Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Tiga puluh menit aja. Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat berharga. Jadi, aku mau bayar setengah jam aku harus ganti Rp. 20.000,-. Aku buka tabungan hanya ada Rp.15.000,- jadinya kurang Rp.5.000, makanya aku mau pinjam dari Papa" kata Sarah polos.
Andrew pun terdiam. ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat dengan perasaan haru. Dia baru menyadari, ternyata limpahan harta yang dia berikan selama ini, tidak cukup untuk "membeli" kebahagiaan anaknya.
"Bagi dunia kau hanya seseorang, tapi bagi seseorang kau adalah dunianya"
...Nice story...money is important but certainly not everything.. .
Posted by
Nur Aini
at
10:39 PM
0
comments
Labels: Renungan