thedexton@yahoogroups.com
Thursday, November 27, 2008
Ide Bisnis Prospektif
thedexton@yahoogroups.com
Posted by
Nur Aini
at
7:07 PM
0
comments
Labels: Motivasi Entrepreneurship, Tips Bisnis
Wednesday, October 22, 2008
Bisnis Era Informasi
Zaman dulu, orang berburu dan makan dari hasil buruannya. Mereka bingung melihat orang lain bisa menanam padi di sawah. Dibajak, diberi benih, diberi pupuk, kok bisa tumbuh tanaman? Bagi para pemburu, apa yang dilakukan oleh para petani adalah hal yang luar biasa. Era pertanian mengalahkan era perburuan. Kemudian, ketika industri-insustri mulai tumbuh, pabrik muncul di mana-mana, para petani pun melongo. "Hebat bener....", pikir mereka melihat hasil yang diproduksi industri.
Henry Ford di Amerika Serikat, memulai era baru, yaitu era industri, era pembagian tugas, era ban berjalan. Semua meningkat efektivitasnya. Ada bagian produksi, marketing, riset, hingga bagian keuangan. Tatanan manajemen dalam era industri begitu rumit, fungsi manajemen begitu terbagi-bagi menjadi beragam spesialisasi. Seperti sebuah puzzle, sulit dibayangkan bagaimana peranan kita terhadap tujuan perusahaan secara keseluruhan.
Berapa banyak di antara kita yang merasa underutilized? Berapa banyak di antara kita yang bingung, hubungan antara tugas-tugas kita dengan goal perusahaan? Juga berapa nbanyak di antara kita yang merasa terlalu dibatasi oleh bidang-bidang yang sempit saja? Merasa tidak boleh terlalu kreatif, inovatif, apalagi berpikir secara integral?
Mengapa itu terjadi?
Banyak orang mengatakan, sekaranglah zaman yang dinamakan era masyarakat informasi.
BERBURU --> BERTANI --> INDUSTRI --> INFORMASI
Setiap orang merasa tahu lebih banyak dibanding yang mereka butuhkuan, karena hidup di era informasi. Akibatnya, cara kerja masyarakat pun berubah, dari spesialisasi atau terkotak-kotak, menjadi individu yang merdeka. Ada satu orang (betul-betul satu orang) yang memiliki web address "Indo.com" dan sekarang menjadi travel agent terbesar di Indonesia. Banyak juga teman-teman saya yang bekerja di rumah, menjadi arranger ring tone telepon genggam.
Sebetulnya, kita bisa memulai bisnis (menjadi pengusaha) dengan lebih mudah pada era informasi ini. Masyarakat d sini, sudah lebih leluasa berhubungan dengan manusia di seluruh dunia melalui internet. Mulai dari ujung utara Rusia sampai Selandia Baru, mulai dari Afrika sampai Amerika, semuanya bisa terhubung dengan cepat. Bahkan real time, saat itu juga. Suatu hal yang dimimpikan pun tidak oleh para pemburu dan petani dulu.
Di dunia maya, sekarang muncul lagi tren terbaru, yaitu weblog atau blog. Setiap orang bebas berimprovisasi di blognya, dan mengundang orang lain untuk nimbrung di dalamnya. Sarana ini bisa menjadi cara baru pemasaran online dan promosi gratis dengan ledakan luar biasa. Semua orang sedunia, bisa tahu hanya dengan sekali klik saja. Bagi mereka yang sudah memanfaatkan fasilitas di era informasi ini, dijamin bakal mendapatkan hasil lima puluh kali lipat dibandingkan mereka yang masih berkutat di era industri. Ratusan kali lipat dibandingkan mereka yang tetap loyal dengan era pertanian, dan mungkin ribuan kali lebih efektif dibandingkan para pemburu.
Tips:
1. Lihatlah pengaruh trend komputer: musik dengan MP3, mobile video, finger print access. Adakah cara baru yang mengubah proses pengerjaan sesuatu, misalnya digital photography, digital photo printing, photo printer, digital video editing, dan lain-lain. Mungkinkah ini menjadi peluang bisnis baru?
2. Internet bisnis di mana-mana meledak. Mungkinkah membuat paid review atau online newspaper dengan partisipasi pembaca sebagai reporter? Seperti yang terjadi di Korea Selatan dengan OhMyNews.com
(Disadur dari tulisan Ir. Goenardjoadi Goenawan, MM "Information Age" dalam buku "Menjadi Kaya dengan Hati Nurani")
Posted by
Nur Aini
at
11:33 PM
0
comments
Labels: Motivasi Entrepreneurship, Pengetahuan Dasar Internet Marketing, Tips Bisnis
Sunday, October 19, 2008
Memilih Bisnis yang Cocok 2
Sodara-sodara, mari kita lanjutkan pembahasan kita mengenai bisnis apa yang cocok bagi kita. Pada postingan sebelumnya, kita sudah membahas tips memilih bisnis berdasarkan hobi dan latar belakang pendidikan/keahlian. Sekarang kita bahas tips pemilihan bisnis selanjutnya. Tapi sebelumnya, silahkan bikin senyaman mungkin diri anda sendiri. Jika anda perlu secangkir kopi atau teh, silahkan bikin kopi atau teh dulu. Ingat, gulanya jangan kebanyakan, nanti obesitas lho.... Kata orang Nutrifood sih, less sugar for better life (kok malah promosi sih....)
Ok, kopi/teh/cemilan anda sudah siap?? Jika sudah, maka tips pemilihan bisnis selanjutnya adalah....
3. Bisnis Berdasarkan Market Trend (Kecenderungan Pasar)
Bisnis apa yang sekarang sedang ramai, digandrungi orang, dan punya tren cukup bagus. Rumah makan, franchise, adala sebagian bisnis yang sedang tren belakangan ini. Dalam memilih bisnis berdasarkan tren harus diperhatikan bahwa trennya memiliki live cycle paling tidak selama satu periode (10 tahun). Sebab dengan demikian, ada waktu yang cukup untuk menikmati hasil dari pertumbuhan pasar (market growth). Jangan tertipu dengan artificial trend atau tren semu yang diciptakan oleh para "penipu" yang hanya berorientasi profit taking jangka pendek. Masih ingat bisnis jangkrik dan cacing? Berapa puluh ribu orang yang tertipu dengan bisnis model ini. Begitu juga dengan QSAR dan Dressel beberapa waktu belakangan ini. Ribuan orang tertipu dengan bisnis model money game ini dan kerugiannya bisa sampe trilliunan rupiah! Hati-hati!
4. Bisnisn yang Memiliki Nilai Masa Depan (Future Value).
Alfin Tofler, futurolog nomor satu di dunia pada awal tahun 90-an meramalkan ada tiga jenis bisnis yang memiliki nilai masa depan cerah: Pertama, yag berkaitan dengan pendidikan. Franchise pendidikan, TK - perguruan tinggi, kursus-kursus ketramplilan, bimbingan belajar, software pendidikan menjadi tren sepuluh tahun belakangan ini. Kedua, yang berkaitan dengan kesehatan. Franchise rumah sakit bertaraf internasional, spa, fitness center, refleksi, akupuntur, bekam, MLM kesehatan, makanan kesehatan, air mineral kesehatan, alat-alat kesehatan, begitu membanjiri negeri kita beberapa tahun terakhir ini. Ketiga, IT. Meskipun sempat bubble dan menimbulkan kerugian yang amat dahsyat, bisnis IT tetap memiliki prospek ke depan karena semakin maju zaman, maka peran informasi semakin dominan. Sektor IT pernah mengalami bubble economy karena hadirnya internet pada tahun 90-an dan millenium bug pada 2000-an. Setelah itu, bubble meletus dan kempes. Untungnya perusahaan besar seperti IBM sangat siap mengantisipasi masalah semacam itu. Dulu semua PC meniru PC IBM. Sekarang bisnis PC IBM telah berubah menjadi Lenovo. Bagi perusahaan yang terlambat mengantisipasi bubble economy, akan kesulitan menghadapi Dell, produsen komputer dengan konsep bisnis terunggul saat ini.
PELUANG-PELUANG USAHA POTENSIAL
- Usaha bidang MAKANAN (semua orang butuh makan)
- Usaha bidang MINUMAN (semua orang butuh minum)
- Usaha bidang TRANSPORTASI (semua orang butuh alat transport)
- Usaha bidang PAKAIAN (semua orang butuh sandang)
- Usaha bidang KECANTIKAN (semua orang butuh penampilan)
- Usaha bidang TELEKOMUNIKASI (semua orang butuh komunikasi)
- Usaha bidang HIBURAN & REKREASI (semua orang butuh hiburan & rekreasi, apalagi di saat stress)
- Usaha bidang LIFE STYLE (semua orang punya life style)
Nah, sodara-sodara...demikianlah apa yang bung Valentino Dinsi bilang mengenai tips pemilihan bisnis. Apakah kopi/teh/cemilan anda sudah habis? Selamat memilih bisnis yang cocok bagi anda!
Posted by
Nur Aini
at
3:58 AM
0
comments
Labels: Motivasi Entrepreneurship, Tips Bisnis
Saturday, October 18, 2008
Memilih Bisnis yang Cocok
"Bisnis apa yang cocok untuk saya?"
Saran pertama saya, pilihlah bisnis yang merupakan THE END OF YOUR DREAM! Bisnis yang paling kita idam-idamkan...yang paling kita impikan...yang paling kita cita-citakan, yang dengannya kita dapat mencukupi hampir semua kebutuhan hidup. Menyekolahkan anak di tempat terbaik, membeli rumah, mobil, villa, keliling dunia, membantu orang lain, dll. Yang dengan bisnis tersebut menjadikan kita kaya raya, bahkan dapat diwariskan ke generasi berikutnya.
Mengapa harus THE END OF YOUR DREAM? Coba kalau kita merasa yakin bahwa bisnis yang akan kita jalankan bisa bikin kita kaya raya, bahkan bisa diwariskan ke generasi berikutnya.... bersediakah kita bekerja siang malam, mati-matian memperjuangkannya? pasti jawabannya YA!!
Sebaliknya ketika kita memilih bisnis yang asal-asalan, cuma pas-pasan, ngga gede-gede... pasti kita akan jadi malas-malasan, bukan?
sebelum menjalankan bisnis atau memilih menjadi seorang wirausahawan/entrepreneur, kita harus memilih jenis usaha apa yang akan kita jalani. Hmmm...tidak ada jawaban yang saklek tentang bisnis apa yang paling bagus. Tapi tidak ada salahnya jika kita mengikuti panduan memilih bisnis di bawah ini.
A. Bisnis Berdasarkan Hobi
Jika kita mempunyai hobi, kita bisa mengembangkan hobi tersebut menjadi sebuah bisnis. Kebanyakan, bisnis yang sukses dijalankan berdasarkan hobi. Bill Gates hobinya komputer dan terbukti ia sukses membangun Microsoft, bahkan menjadi salah satu orang terkaya di dunia. Kolonel Sanders hobinya masak, khususnya ayam goreng. Setelah resepnya sempat ditolak sebanyak 1007 kali, akhirnya dia sukses membangun KFC. Kini KFC memiliki lebih dari 10000 outlet di seluruh dunia dengan 200000 karyawan dan penghasilan 200 milliar dollar setahun. Fantastis bukan?
Rudi Khaerudin (kuliner), Nila Chandra (kue), Kanaya Tabitha (busana) adalah segelintir orang yang bisa menyalurkan hobinya menjadi bisnis yang menghasilkan. Nah, sekarang silahkan kita bertanya pada diri kita sendiri, APA HOBI SAYA? Bisakah hobi ini menghasilkan uang?
Jika jawabannya YA, inilah bisnis paling ideal untuk dijalankan. Udah seneng karena hobi tersalurkan....dapet duit lagi....happy kan? :-)
B. Bisnis Berdasarkan Pendidikan/Pekerjaan
Jika kita seorang sarjana ekonomi, kita bisa menjadi konsultan. Buka kursus akuntansi, menjadi auditor, dll. Yang punya gelar SH bisa menjadi pengacara, buka konsultan hukum atau PPAT. Begitu juga yang latar belakang pendidikannya guru, bisa membuka bimbingan belajar, menulis buku pendidikan, atau jualan softwae pendidikan.
Ada kisah seorang manajer SDM perbankan terbesar nasional. Gajinya Rp. 10.000.000,-/bulan. Sebagai manajer SDM, dia tahu ada anggaran untuk pendidikan dan pelatihan sebesar Rp. 20 milliar/tahun. Dasar jiwa entrepreneurnya tinggi, dia keluar dari pekerjaannya lalumendirikan perusahaan konsultasi & pelatihan. Sebelum keluar, dia mempromosikan anak buahnya untuk menggantikan posisinya. Dan bisa ditebak, siapa klien pertamanya? Ya, Bank yang dulu dipimpinnya dan ordernya dari anak buah yang dipromosikannya itu.
Aduh, capek nulis nih...untuk dasar pemilihan bisnis selanjutnya, tunggu postingan berikutnya aja ya :-) . So, jangan lewatkan info seru ini!
(artikel di atas adalah tulisan bung Valentino Dinsi)
Posted by
Nur Aini
at
12:21 AM
0
comments
Labels: Motivasi Entrepreneurship, Tips Bisnis
Tuesday, September 23, 2008
Kreativitas
Rahasia sukses yang tidak kalah pentingnya yaitu, kreativitas!
Apa itu KREATIVITAS?
Saya tidak ingin berteori tentang apa itu kreativitas, cukup lihat analogi di bawah :
Sebatang besi itu harganya US$ 5.
Jika Kamu menempa besi itu menjadi sepatu kuda, nilainya meningkat menjadi US$ 10,5.
Jika besi itu dibuat jarum, nilainya meningkat menjadi US$ 3.285.
Dan jika kamu membuat per (pegas) jam dari besi tersebut maka nilainya menjadi US$ 250.000 $.
Perbedaan antara US$ 5 dengan US$ 250.000 itulah yang
dimaksud dengan kreativitas
Abad ini adalah abad kreativitas. Untuk memenangkan persaingan dalam
segala macam usaha, kunci utamanya adalah kreativitas. John Kao dalam
bukunya “Jamming: Seni dan Disiplin Kreativitas Bisnis” menekankan
perlunya kreativitas dalam berwirausaha.
Jamming memberikan tempat dan wadah bagi wirausahawan untuk memikirkan sesuatu hal yang benar-benar baru. Dengan melakukan
jamming, wirausahawan dapat menciptakan ide-ide kreatif yang bermanfaat
dalam pengembangan usahanya. Ia dapat bermain dengan imajinasinya
bersama teman-teman seprofesi atau lain profesi untuk memikirkan dan
membicarakan ide-ide kreatif, dan kemudian melahirkan inovasi-inovasi
baru. Sebab, keterpakuan wirausahawan dalam melakukan kegiatannya
ternyata dapat menghancurkan usaha. Rutinitas dan batasan-batasan yang
memblokade kegiatan usaha tidak memberikan apa-apa selain kemunduran
usaha itu sendiri.
Manajemen kreativitas bukan berarti melepaskan segala hal yang sudah ada, namun membentuk suatu hal baru untuk dikembangkan kedalam kegiatan usaha yang sudah ada. Perusahaan sekelas Intel, selalu membuat
penghancuran produk-produk lama mereka. Lalu mereka mengganti dengan produk baru yang dilahirkan sebagai hasil dari pemikiran kreatif.
Perusahaan Unilever, yang memproduksi produk perlengkapan mandi, selalu muncul dengan hal-hal baru. Produk lama mereka selalu dihancurkan oleh produk baru yang lebih inovatif.
Mengapa terpaku dalam bentuk usaha yang terjerumus dalam sistem
kemapanan yang membelenggu kelahiran hal-hal kreatif?
Mengapa tidak mencoba memikirkan hal-hal menantang yang belum
terpikirkan sebelumnya?
Bukankah definisi seorang wirausahawan adalah seseorang yang senang
dengan berbagai macam tantangan dan memanfaatkan peluang untuk
berpikir kreatif dalam menjawab tantangan yang dihadapinya tersebut?
Posted by
Nur Aini
at
7:20 AM
0
comments
Labels: Motivasi Entrepreneurship, Tips Bisnis
Saturday, August 23, 2008
Sukses Menjual Sebelum Berjualan
Pernahkah ketika sedang berjalan di mall, anda dihadang antrian sales yang bergantian menyodorkan brosur? Atau, penjual yang terus saja mengikuti langkah anda sambil membabi buta menawarkan suatu produk?
Apa respon anda? Kecil kemungkinan anda akan tertarik dengan produk mereka, melirik pun tidak. Begitu juga dengan prospek anda yang sudah jenuh dengan berbagai promosi dan iklan. Mereka sudah kebal dengan cara-cara usang seperti itu.
Menurut Bettger, anda harus bisa sukses menjual sebelum berjualan. Lho, belum jualan kok sudah ada yang beli? Bagaimana caranya? Fokus pada kepentingan prospek, bukan produk anda. Tempatkan diri anda sebagai teman, bukannya penjual.
Apakah anda sering minta saran pada teman sebelum membeli sesuatu? Begitu juga dengan prospek anda. Jika anda berhasil memposisikan diri sebagai teman mereka, maka anda sudah sukses menjual sebelum berjualan.
Saat itu terjadi, prospek sudah "membeli" kepercayaan pada diri anda. Karena sebagai teman, rekomendasi anda menjadi penting dan diperlukan sebelum mereka membeli suatu produk.
thedexton@yahoogroups.com
Tingkatkan omzet penjualan anda hingga 5300% dalam 5 bulan! Silahkan klik di sini
Posted by
Nur Aini
at
4:06 PM
0
comments
Labels: Tips Bisnis