Wednesday, July 30, 2008

Percaya pada Kemampuan Diri Sendiri

"Jika ada keyakinan yang dapat menggerakkan gunung, itu adalah keyakinan
dalam diri Anda"
-- Marie von Ebner-Eschenbach, penulis, 1830-1916 --

SEWAKTU masih kecil, mungkin Anda pernah mendengar kisah adaptasi yang
berjudul 'The Little Engine That Could'? Buku itu bercerita tentang
kereta api yang bergerak menuju bukit dengan perlahan dan
tersendat-sendat. Lokomotifnya berkata pada diri sendiri, "Aku bisa, aku
bisa, aku bisa." Kereta pun terus bergerak naik perlahan hingga tiba di
atas bukit dengan selamat.

Pelajaran sederhana yang dapat diberikan dalam cerita tersebut ialah:
percayalah pada kemampuan diri sendiri. Jika seandainya lokomotif itu
tidak percaya akan kemampuannya tiba di atas bukit, bisa jadi kisah
dalam buku itu berakhir dengan menyedihkan.

Bukan hanya lokomotif itu saja yang dapat mengatakan, "Aku bisa, aku
bisa, aku bisa", tetapi Anda pun dapat melakukan hal yang sama. William
Arthur Ward, seorang penulis kondang asal Amerika mengatakan, "Saya
adalah pemenang karena saya berpikir seperti pemenang, bersiap jadi
pemenang, dan bekerja serupa pemenang." Ward betul, jika Anda berpikir
menjadi seorang pemenang, maka memang benar Anda seorang pemenang.

Kisah heroik sang lokomotif itu dalam dunia nyata dibuktikan sendiri
oleh Hendrawan, atlet bulutangkis Indonesia. Tahun 1997, Hendrawan
dinyatakan sudah habis oleh PBSI. Karena faktor usia dan prestasinya
yang terus menurun, PBSI bermaksud mengeluarkan Hendrawan dari Tim
Pelatnas. Tapi Hendrawan punya keyakinan sendiri, bahwa ia percaya akan
kemampuannya dan belumlah habis. Hendrawan masih percaya bahwa ia dapat
meraih prestasi yang lebih baik lagi. Dengan keyakinan dan kepercayaan
diri yang tinggi, dan tentu saja diiringi oleh kerja keras yang tidak
mengenal lelah, Hendrawan menunjukkan kepada dunia bahwa ia memang mampu
meraih prestasi yang luar biasa.

Hendrawan pun membuktikan kemampuannya setelah sempat dinyatakan sudah
habis. Tahun 1998, Hendrawan menjadi penentu kemenangan Tim Thomas
Indonesia. Pada tahun itu juga ia menjuarai Singapura Terbuka. Kemudian
di tahun 2000, Hendrawan kembali menjadi penentu kemenangan Tim Thomas
Indonesia. Di tahun itu pula ia mengukir namanya dengan meraih medali
perak dalam Olimpiade Sydney. Masih di tahun yang sama, ia menjadi
runner up Jepang Terbuka. Dan pada tahun 2001, ia menjadi Juara Dunia
Tunggal Putra, sebuah gelar yang menjadi idaman pebulutangkis manapun di
dunia. Dan pada tahun 2002, ia kembali membawa Indonesia mempertahankan
Piala Thomas ke Tanah Air.

Percaya akan kemampuan diri sendiri tak harus ditunjukkan oleh mereka
yang berprofesi sebagai atlet, yang bekerja di kantoran, yang mempunyai
stamina fisik yang prima, atau mereka yang masih muda dan memiliki
semangat menggebu-gebu. Percaya pada diri sendiri, percaya akan
kemampuannya, dapat ditunjukkan oleh siapa pun. Tanpa mengenal umur,
pekerjaan, status, dan jenis kelamin sekalipun.

Generasi sekarang mungkin hanya mengenal nama Mak Erot. Seorang tokoh
pengobatan legendaris khusus laki-laki yang kini telah tiada. Nama lain
yang tak kalah kesohornya yang hampir mirip adalah Mak Eroh. Generasi
sekarang mungkin tak mengenal nama ini. Tahun 1988, nama Mak Eroh sempat
menyedot publik nasional. Saat itu, semua orang ramai
memperbincangkannya . Mak Eroh, waktu itu berumur 50 tahun, perempuan
dari Kampung Pasirkadu, Desa Santana Mekar, Kecamatan Cisayong,
Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat memang telah mengukir prestasi besar.

Apa yang membuat nama Mak Eroh melambung? Mak Eroh, bergelantungan
seorang diri di lereng yang tegak di tebing cadas, di lereng timur laut
Gunung Galunggung. Mak Eroh berhasil berjuang sendirian membuat saluran
air sepanjang 47 hari. Ketika pertama kali Mak Eroh melakukannya, banyak
masyarakat sekitar yang mencibir tindakannya. Tapi hal itu tidak
menyurutkan langkahnya untuk terus bekerja. Mak Eroh percaya akan
kemampuan dirinya, walau saat itu usianya boleh dibilang tidak muda
lagi. Seorang wanita yang mustinya menikmati hari tuanya dengan menimang
atau bermain dengan cucunya.

Mak Eroh yang hanya mengecap pendidikan hingga kelas III SD dan memiliki
tiga orang anak, dalam aksinya menggunakan tali areuy, tali sejenis
rotan sebagai penahan ketika bergelantungan. Sedangkan alat yang dipakai
untuk 'mengebor' tebing cadas hanyalah cangkul dan balincong, sejenis
linggis pendek.

Saluran untuk mengalirkan air dari Sungai Cilutung akhirnya berhasil
diselesaikan. Berhentikah tindakan Mak Eroh mengebor tebing cadas?
Belum. Dengan semangat yang tak kenal menyerah, Mak Eroh melanjutkan
membuat saluran air berikutnya sepanjang 4,5 kilometer mengitari 8 bukit
dengan kemiringan 60-90 derajat. Bukan main! Pengerjaannya kali ini
dibantu oleh warga desa yang mau membantunya, setelah melihat dengan
mata kepala sendiri hasil yang telah dilakukan Mak Eroh. Dalam waktu 2,5
tahun, pekerjaan lanjutan itu terselesaikan dengan baik. Hasilnya? Bukan
hanya lahan pertanian sawah Desa Santana Mekar yang terairi sepanjang
tahun. Tapi juga dua desa tetangga yang ikut menikmati kucuran air hasil
kerja keras Mak Eroh setelah warganya membuat saluran penerus, yaitu
Desa Indrajaya dan Sukaratu.

Aksi Mak Eroh akhirnya sampai juga ketelinga Presiden Suharto. Atas
aksinya yang tergolong berani dan memberikan manfaat yang besar bagi
masyarakat sekitar, Mak Eroh mendapat penghargaan Upakarti Lingkungan
Hidup pada tahun 1988. Setahun kemudian, dia juga meraih penghargaan
lingkungan dari PBB.

Dua kisah di atas memberikan hikmah bahwa sebenarnya kita memiliki
kepercayaan diri yang tinggi atas kemampuan yang kita miliki. Seperti
yang dikatakan oleh Mary Kay Ash, pengusaha kosmetik sukses asal
Amerika, "Anda bisa melakukannya jika Anda berpikir demikian, dan jika
Anda kira tidak dapat melakukannya, Anda benar." Percayalah akan
kemampuan diri sendiri. Jadilah lokomotif, dan teruslah bergerak untuk
maju. (210708)

Sumber: Percaya Pada Kemampuan Diri Sendiri oleh Sonny Wibisono,
penulis, tinggal di Jakarta

Workshop Entrepreneurship 4

Setelah sukses melahirkan entrepreneur- entrepreneur baru pada angkatan sebelumnya, Ganesha Entrepreneur Institute (GEI), didukung oleh Ganesha Entrepreneur Club (GEC), membuka kelas WORKSHOP ENTREPRENEURSHIP (WE) untuk angkatan ke-4 dengan 7 kali pertemuan (4 pertemuan di dalam kelas dan 3 pertemuan di luar kelas).

Kenapa Wirausaha? Saat ini masyarakat membutuhkan banyak entrepreneur yang akan memberikan perbaikan kepada masyarakat dan membuka lapangan pekerjaan baru.

Di workshop entrepreneur ini, anda akan dilatih langsung oleh trainer dari kalangan pelaku bisnis. Anda akan dilatih bagaimana memulai usaha dari nol sampai berhasil, menggunakan komposisi 60% praktek dan 40% teori. Menggunakan komposisi tersebut, para peserta akan menjadi lebih aktif dalam proses belajar. Dengan demikian, target kami bahwa anda akan menjadi owner dari perusahaan anda sendiri, akan tercapai.

Pelatihan-pelatihan di workshop ini antara lain:
Motivasi Berwirausaha, real business game (new), cashflow game (new), kunjungan bisnis, selling & negotiation skill, handling customer objection,dll.

"Bekerja bukan pilihan, Berani jadi Wirausaha??"

Biaya :
1. Umum Rp 790.000
2. Alumni ITB Rp 745.000
3. Mahasiswa/pelajar Rp 495.000


NB : Peserta workshop ini terbatas hanya untuk 20 orang
DP minimal sebesar 250.000

Pendaftaran paling lambat 1 Agustus 2008 di:
Jl.Cimanuk no.5A Bandung (Sekre IA ITB Jabar)
Telp/fax : 022 420 2482/022 421 2482

Cp : Agung (0812 1470 958 ; agung@ganeshabizniz .com)
Damar (0856 20 333 02/(022) 92050802 ; b19_54n@yahoo. com )


Beberapa Testimonial Peserta GEI angkatan sebelumnya:

Trifandi Lasalewo (S2 T. Industri ITB)
“…banyak ide-ide segar dan kreatif yang selama ini belum berpikir sebelumnya. Insya Allah saya akan membuka usaha travel sesudah ini.”

Arsandi Akhmad (T.Elektro ITB)

“…ilmunya applicable dan diberi gambaran yang jelas tentang bisnis mulai dari awal sampai deal.” (saat ini merintis bisnis di bidang hortikultura)

Alfaris Gifari (T.Mesin 2004)
Banyak mendapat ilmu-ilmu wirausaha. Teman-teman yang oke dan seru-seru. (membuka drafting school di bandung)

Wulan (Sastra Inggris UPI)
“Seru, numbuhin ‘nyali’ buat bikin usaha” (membuka kursus bahasa inggris di cirebon)


David (Geodesi ITB)
" 2 ilmu dari WORKSHOP ENTREPRENEURSHIP yg memberikan saya keberanian untuk membuka D n' D Property Consultant" adalah kemampuan memberdayakan komunitas dan kemampuan menjual (selling skill)"

Supported by:

1 IA-ITB Jabar

2.Ganesha Entrepreneur Club

3.GO SRI

4.3M Car Care Station

5.Ganesha Art & Techno Gallery

6.Ganesha Multi Media

7.Breakthru Multimedia

8.Agribisnis Ganesha

9. Grand Permata Industrial Services

10. PWR Water Management Specialist

11.Skyart Souvenir & Design

12.Great Ganesha Environmental Services

Tuesday, July 29, 2008

Bisnis itu Permainan, Bukan Ilmu Ilmu Pengetahuan

Selama kita merasa belum familiar dan takut memulai bisnis, biasanya yang timbul di pikiran kita adalah: “belajar!”. Pilihannya mungkin dengan jalan mengambil program S2 dan jadi seorang MBA, atau ikut sebanyak-banyaknya seminar dan pelatihan, atau bisa juga dengan berguru dan mengabdi pada seorang begawan bisnis.

Kira-kira, sudah selaraskah alur pemikiran yang sedemikian dengan apa yang terjadi pada kenyataannya? Mari kita telaah.

Kebanyakan dari kita berbisnis karena ingin sukses, lalu menjadi kaya raya. Kita membayangkan, betapa enak dan hebatnya bila kita dapat sesukses dan sekaya Bill Gates atau Donald Trump. Menurut pandangan masyarakat pada umumnya, mereka itulah orang-orang sukses yang sebenar-benarnya. Merekalah sosok-sosok pebisnis yang prestasinya membuat banyak orang terobsesi.

Maka tidak heran jika para pakar pun berusaha menyadap dan mempelajari segala hal yang ada pada orang-orang sukses itu, dengan harapan dapat mentransfer nilai-nilai kesuksesannya kepada orang-orang lain yang juga ingin menjadi figur sukses. Mereka berpendapat bahwa: “Leaders are made, not born”.

Selanjutnya, segala sepak terjang yang dilakukan oleh para pebisnis tersebut, dikumpulkan, dipilah-pilah, lalu dianalisis. Dari analisis itu dibuat teori-teori. Hasilnya, muncullah berbagai teori kesuksesan yang terkemas dalam materi-materi “ilmu bisnis”, wacana profesionalisme, ilmu kepemimpinan (leadership) , dan lain sebagainya.

Orang-orang awam memang ingin sekali menemukan cara-cara yang bisa membantu mereka untuk secara cepat mencapai kesuksesan. Semacam rel kereta yang tinggal diikuti saja akan mengantar orang tiba di gerbang kejayaan.

Namun demikian, apa benar kalau kita ingin menjadi figur sukses -- lebih spesifiknya pebisnis sukses -- harus menempuh perjalanan yang sarat dengan teori-teori kesuksesan seperti itu?

Dari berbagai catatan yang ada, tampaknya tidak demikian. Banyak sepak-terjang yang dilakukan oleh para pemimpin bisnis dunia tidak mencerminkan bahwa kesuksesan mereka disebabkan pembelajaran yang sungguh-sungguh dalam ilmu bisnis, profesionalisme dan teori kepemimpinan. Tidak juga pengetahuan ekonomi, teori-teori tentang kebebasan finansial, ilmu marketing dan lain sebagainya. Pun, tidak karena mereka rajin mengikuti seminar kesuksesan atau lokakarya tentang strategi bisnis.

Di lain pihak, banyak pemimpin bisnis ternyata merupakan orang-orang yang justru tidak suka belajar, malas sekolah, dan hanya ingin bermain-main saja. Boro-boro ikut seminar atau lokakarya. Lho kok bisa?

Ada beberapa contoh kasus. Yang pertama, Thomas Alva Edison. Nama ini sudah kita tahu sejak di bangku SD bukan? Namun, tentunya kita kenal Edison lebih sebagai tokoh ilmu pengetahuan, karena sekolah memfokuskan ajaran hanya pada penemuan atas lampu pijar dan berbagai temuan teknis lain yang dilakukannya.

Maka jarang kita memperhatikan bahwa sesungguhnya Thomas Alva Edison adalah juga seorang pengusaha besar yang sukses. Ia adalah pemilik dan pendiri berbagai perusahaan dengan nama-nama seperti Lansden Co. (mobil/otomotif) , Battery Supplies Co. (baterai), Edison Manufacturing Co. (baterai dsb), Edison Portland Cement Co. (semen dan beton), North Jersey Paint Co. (cat), Edison General Electric Co. (alat listrik dll), dan banyak lainnya. Salah satu yang masih berjaya sampai sekarang adalah General Electric.

Apakah untuk mencapai itu semua Edison harus bersusah-payah mengikuti berbagai sekolah dan pendidikan tinggi? Atau mengikuti seminar kelas dunia yang diselenggarakan oleh para pakar kesuksesan, pakar bisnis atau pakar financial freedom? Ternyata tidak. Figur Edison adalah figur pemalas yang hanya tahan 3 minggu bersekolah. Ia lebih suka bermain-main dengan perkakas, dengan kawat dan dengan listrik. Itu kesenangannya dan dengan itu ia sukses.

Contoh lain adalah Kenji Eno. Ia juga tidak suka sekolah. Ia cuma suka bermain-main dengan permainan, istimewanya dengan video games. Kelas 2 SMA berhenti sekolah terus nganggur. Lalu dapat kerja di perusahaan perangkat lunak, sampai akhirnya ia berhasil mendirikan perusahaan perangkat lunaknya sendiri yang dinamakan WARP. Dalam tempo beberapa tahun saja Kenji Eno mampu membawa perusahaannya menjadi perusahaan video games terhebat di dunia yang diakui oleh tokoh-tokoh industri.

Fenomena-fenomena yang dibuat oleh orang-orang semacam Edison dan Kenji Eno ini memberi kesan kepada kita semua bahwa bisnis itu sebenarnya lebih dekat kepada sebuah permainan, dan terlalu jauh untuk diperlakukan sebagai sebuah ilmu pengetahuan.

Gede Prama yang dikenal sebagai pakar manajemen (bahkan dijuluki Stephen Covey Indonesia), mengomentari fenomena Kenji Eno sebagai kesuksesan dari kebebasan berfikir yang mampu melompat, karena belum terkena polusi-polusi yang dibuat sekolah.

Menurut saya, adalah keliru mempelajari fenomena pemimpin, untuk menciptakan pemimpin. Demikian juga, keliru mempelajari fenomena pebisnis sukses, untuk mencetak pebisnis sukses. Sebab, fenomena pemimpin (atau pebisnis) adalah fenomena manusia, yang tidak sama dengan fenomena alam. Kalau Isaac Newton mempelajari peristiwa jatuhnya buah apel ke tanah (fenomena alam) dan kemudian menemukan hukum gavitasi, maka itu oke-oke saja. Karena fenomena alam tidak berubah, hukum gravitasi pun akan tetap abadi.

Akan tetapi, mempelajari fenomena manusia pasti akan menimbulkan frustrasi. Sebab, manusia merupakan mesin perubahan, sehingga tidak akan ada fenomena manusia yang tinggal tetap abadi sepanjang masa, berlawanan dengan yang kita lihat pada peristiwa jatuhnya buah apel.
Pemimpin, dalam bidang apa pun termasuk bisnis, adalah sosok manusia yang bebas, yang bertindak semaunya tanpa memperhatikan teori mau pun kaidah, sehingga nyaris percuma kalau kita ingin mempelajari dan mengikuti jejak sepak terjangnya.

Coba lihat, pada saat terjadinya resesi ekonomi dunia tahun 1929, semua orang berdasarkan teori-teori yang ada, berusaha untuk berlaku sehemat mungkin. Tapi sebaliknya, Matsushita si raja elektrik dari Jepang malah royal mengeluarkan uang. Seakan uang itu tidak lebih dari mainan saja layaknya. Meski pun bukan tanpa alasan dia berlaku demikian.

Lihat juga Kim Woo Chong, pendiri imperium Daewoo. Ketika semua pengusaha (juga dengan teori-teori yang ada) berkonsentrasi memasuki pasar negara-negara kaya semacam Amerika dan Eropa, ia malah dengan santainya masuk ke pasar-pasar “keras” seperti Iran, Sudan dan Rusia serta negara-negara blok timur.

“Kesia-siaan” mempelajari dan berusaha mengikuti sepak terjang para pemimpin bisnis bisa dirasakan secara langsung di lapangan. Saat pertama kali Harvard Business Review mempublikasikan konsep pemasaran yang beken dengan “Marketing Mix” 4P (product, price, place dan promotion), nyaris semua pengusaha serta pakar bisnis menganut konsep ini secara fanatik. Begitu juga dengan perguruan-perguruan tinggi dan sekolah manajemen.

Tapi, tidak terlalu lama, sebagai akibat “ulah” para pemimpin bisnis yang gemar bermain-main, perubahan tren perekonomian dan industri memaksa para pakar dan pembelajar merubah lagi konsepnya dengan 6P, 8P bahkan yang terakhir disebutkan sebagai 12P.

Terus bagaimana? Kalau kita harus bersiaga setiap saat untuk belajar dan tidak ketinggalan zaman dengan ilmu marketing, kapan kita berbisnis?

Saya rasa kita semua banyak yang terjebak dan hanyut dalam “arus ilmu pengetahuan” yang dibuat oleh mereka yang “pakar ilmu pengetahuan”, sehingga kita tidak sempat lagi berinovasi yang justru merupakan kunci sukses bisnis. Kita malah terus menerus “dipaksa” mengejar ketinggalan ilmu pengetahuan tanpa tahu di mana ujung pangkalnya.

Pertanyaannya: ”Sebenarnya kita mau jadi pebisnis atau mau jadi ilmuwan sih?”

Saya sendiri yakin bahwa bisnis dan kesuksesan itu adalah semacam permainan saja. Seperti apa yang dikatakan oleh William Cohen dalam tulisannya “The Art Of The Leader” : “Success is acquired by playing hard, not by working hard..”.

Mengacu pada obsesi banyak orang tentang Bill Gates dan Donald Trump sebagaimana disebut di atas, perlu diketahui bahwa kedua orang tokoh ini pun mencapai sukses dari kesenangannya bermain-main.

Bill Gates sejak masih berusia 13 tahun sudah bermain-main dengan perangkat lunak komputer, dan dengan itu ia menjadi salah satu orang terkaya di dunia. Donald Trump juga sejak kecil selalu bermain-main ke kantor ayahnya, Fred Trump. Dia suka sekali melihat-lihat maket gedung dan pencakar langit, sebelum tertarik dengan bidang bisnis sang ayah, yaitu properti. Dan jadilah Donald Trump seorang Raja Properti.

Terakhir yang ingin saya sampaikan adalah, orang yang mempelajari ilmu kepemimpinan tidak akan menjadi pemimpin. Tapi, orang yang mencoba menjadi pemimpin, akan menjadi pemimpin. Demikian juga, orang yang mempelajari ilmu bisnis, tidak akan menjadi pebisnis. Tapi, orang yang mencoba menjadi pebisnis, akan menjadi pebisnis.



Rusman Hakim
Pengamat Kewirausahaan
E-mail: rusman@gacerindo. com
Web: http://www.gacerind o.com
Blog: http://rusmanhakim. blogspot. com
Mobile: +62 21 816.144.2792

8 Cara Bisnis Tanpa Uang Tunai

Ingin memulai usaha tapi tidak punya modal ? Karyawan yang ingin punya usaha tapi bermasalah dengan modal ?

Tidak usah Khawatir temukan jawabannya di Seminar 8 Cara Bisnis Tanpa Uang Tunai, bersama Valentino Dinsi Penulis buku best seller "Jangan Mau Seumur Hidup Jadi Orang Gajian"

Pada

Hari : Sabtu 2 Agustus 2008

Jam : 09.00 - 13.00
Tempat : Gedung BPPT Ruang Komisi Utama Lt. 3
Jl. MH. Thamrin 8, Jakarta Pusat

Investasi : Rp. 75.000,-

Makan siang dan gift menarik serta berhak mengikuti
Seminar Bulanan Gratis bersama tokoh entrepreneur Indonesia.


Informasi dan pendaftaran di 021-94021645, 085285059247, telp/fax: 0218706396 sms ke 085285059247 email:training.letsgo. indonesia@ gmail.com
Tempat terbatas! silahkan trnsfer ke BCA a/n, Muhidin No Rek : 4361346691 Kemudian sms ke 085285059247 untuk konfirmasi

Money is Important, but Not Everything

Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Sarah, putri pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu untuknya.

Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama. "Kok, belum tidur ?" sapa Andrew sambil mencium anaknya. Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari.

Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Sarah menjawab, "Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa ?"

"Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya ?"
"Ah, enggak. Pengen tahu aja" ucap Sarah singkat.
"Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp. 400.000,-. Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja. Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur. Jadi, gaji Papa dalam satu bulan berapa, hayo ?"

Sarah berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar, sementara Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Andrew beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Sarah berlari mengikutinya.

"Kalo satu hari Papa dibayar Rp. 400.000,-untuk 10 jam, berarti satu jam Papa digaji Rp. 40.000,-, kalau setengah jam Rp 20.000,- dong" katanya.

"Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur" perintah Andrew.

Tetapi Sarah tidak beranjak.
Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian, Sarah kembali bertanya,

"Papa, aku boleh pinjam uang Rp. 5.000,- enggak ?"

"Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini ? Papa capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah".

"Tapi Papa..."

Kesabaran Andrew pun habis. "Papa bilang tidur !" hardiknya mengejutkan Sarah.

Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya. Usai mandi, Andrew nampak menyesali hardiknya. Ia pun menengok Sarah di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Sarah didapati sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp. 15.000,- di tangannya. Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Andrew berkata,

"Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Sarah. Tapi buat apa sih minta uang malam-malam begini ? Kalau mau beli mainan, besok kan bisa, Jangankan Rp.5.000,- lebih dari itu pun Papa kasih" jawab Andrew

"Papa, aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini".

"lya, iya, tapi buat apa ?" tanya Andrew lembut.

"Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Tiga puluh menit aja. Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat berharga. Jadi, aku mau bayar setengah jam aku harus ganti Rp. 20.000,-. Aku buka tabungan hanya ada Rp.15.000,- jadinya kurang Rp.5.000, makanya aku mau pinjam dari Papa" kata Sarah polos.

Andrew pun terdiam. ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat dengan perasaan haru. Dia baru menyadari, ternyata limpahan harta yang dia berikan selama ini, tidak cukup untuk "membeli" kebahagiaan anaknya.

"Bagi dunia kau hanya seseorang, tapi bagi seseorang kau adalah dunianya"

...Nice story...money is important but certainly not everything.. .


Friday, March 28, 2008

Google AdSense: Buat Website/Blog Anda Menghasilkan Income

Inilah topik yang saya suka. Dalam perjalanan saya belajar bisnis online, Google AdSense terbukti ampuh mendatangkan income dari website/blog kita. Salah satu yang tergolong sukses dengan AdSense adalah mbak Dini Shanti (www.simplestrategyonline.com), dengan modal $3000, mbak Dini bisa menghasilkan $11000 dalam waktu seminggu. AdSense juga jadi program favoritnya bu guru Anne Ahira. Bu Guru berhasil mendapatkan ribuan dollar/bulan-nya dari situs-situsnya yang dipasangi AdSense. Jadi, jika Anda sudah memiliki website atau blog, kenapa tidak segera mencobanya?? Caranya sangat mudah..

Google AdSense adalah salah satu program afiliasi. Sederhananya, beberapa merchant (pemilik produk) akan memasang iklan di Google dengan membayar biaya pemasangan iklan di Google, iklan ini dinamakan Google Adwords. Jika Anda searching melalui Google, pada halaman pencarian sebelah kanan, akan tampak beberapa iklan. Iklan yang di kiri adalah iklan yang muncul karena Search Engine Optimization, sedangkan iklan yang di kanan itulah iklan berbayar alias Google Adwords. Ketika kita mendaftar sebagai publisher AdSense di Google, Google akan meminta space dari halaman website/blog kita untuk ditempati iklan-iklan berbayar (Adwords) tersebut. Jika ada visitor web/blog kita yang meng-click iklan tersebut, disitulah dollar kita akan mengalir. He..he… Seru kan??

Cotoh lain AdSense adalah di blog ini. Anda lihat kan beberapa iklan di atas dan samping kiri body?? Itulah AdSense... Jadi jika Anda meng-click salah satu atau beberapa iklan tersebut, Saya akan mendapatkan dollar. Anda boleh mencoba meng-click nya. He he... Nggak rugi juga kan beramal untuk Saya. He he..

Nah, sekarang... jika Anda sudah memiliki web/blog sendiri, ayo buruan... daftar segera Google AdSense di www.google.com/AdSense/login . Daftarnya gampang, segera setelah permohonan Anda untuk menjadi publisher di-approve, Anda akan memperoleh script untuk di copas (copy-paste) di web/blog Anda.

Yang harus diingat adalah beberapa Terms of Service (TOS) nya Google. Yaitu peraturan-peraturan bagi para publisher yang mana jika Anda melanggar TOS ini, maka account AdSense Anda akan di-banned. TOS ini dapat dibaca di https://www.google.com/AdSense/policies

Kemudian.., jika Anda belum memiliki web/blog, cara yang 90% terbukti ampuh adalah dengan membuat account blog di www.blogger.com. Setelah membuat blog, postinglah beberapa artikel dalam bahasa inggris. Ingat..! harus dalam bahasa Inggris. Setelah itu, cobalah untuk mendaftar sebagai publisher AdSense. Biasanya Google akan mengkonfirmasi via imel dalam beberapa hari. Pengalaman Saya menunggu hampir 2 minggu untuk mendapatkan konfirmasi dari Google.

Jika ditolak?? Jangan khawatir dan jangan putus asa. Buatlah account baru lagi dan terus coba. Bagaimana jika di-banned?? Jangan putus asa juga. Yup! buat account baru saja lagi. Tapi ingat, nama user, alamat imel, dan alamat pengiriman cek harus berbeda. Sebetulnya, jika kita mengikuti TOS Google, nggak usah khawatir akan di-banned. So, hati-hati saja.

Oh ya, satu lagi.. Jika Anda memiliki 1 kode AdSense, bisa dipakai oleh 200 domain yang berbeda. Isn't it great...??

Selamat Mencoba dan Sukses...!!

--Belajar Internet Marketing, yuk..!! --

Thursday, March 27, 2008

How to Start Internet Marketing?

Pertama kali yang harus kita ketahui adalah: APA ITU INTERNET MARKETING ??

Well, internet marketing sesuai dengan namanya adalah pemasaran melalui internet. Apapun bentuk barangnya, baik itu berupa barang yang tangible (dapat diindera) ataupun yg untangible (tidak dapat diindera raba, rasa, dan bau).

Dalam tulisan kali ini, saya akan menerangkan beberapa program internet marketing dimana dari program-program inilah kita dapat menciptakan passive income. Bayangkan uang yang terus mengalir sementara anda tertidur. Isn’t it great..?? he he...

Tapi, tentu saja… tidak ada kesuksesan yang bisa diperoleh dengan diam. Jadi memang harus ada pengorbanan. Di antaranya adalah tenaga, pikiran, waktu, dan uang.

Saya akan membagi program internet marketing menjadi 2 bagian besar, yaitu:

  1. Jika Anda memiliki barang atau jasa yang akan dijual.
  2. You have nothing to sell. Alias nggak punya apa-apa untuk dijual. Nah, ini yang keren. Karena apa? Karena..... isn’t it cool dengan modal yg relatif minim kita bisa menghasilkan income yang besar..??? cool kan?

1. Jika Anda memiliki barang atau jasa yang akan dijual.

Yang harus Anda pelajari adalah sistem pemasaran melalui internet. Salah satu yang cukup sukses adalah dengan menjadikan Google sebagai sales kita. Anda pasti bertanya-tanya, bagaimana caranya?? Think simple. Google adalah search engine yang paling banyak dipakai di dunia saat ini. Kebanyakan orang mencari informasi lewat Google. Dengan menampilkan website kita di halaman pertama pencarian Google, akan lebih besar kemungkinan orang akan mengunjungi website kita dan membeli produk kita. Ok nggak?

Nah.., sekarang yang jadi pertanyaan adalah bagaimana caranya menampilkan website kita di halaman pertama pencarian oleh search engine. Caranya adalah SEO atau Search Engine Optimization. Kita mengoptimalkan kinerja search engine untuk situs kita. Misalnya, dengan memilih keywords yang tepat, pemilihan nama website, content, dan banyak lagi. Kali ini Saya hanya membahas seperti ini dulu saja. Saya akan menulis lebih lengkapnya nanti ya...!! Oke oke....

2. You have nothing to sell.....!!!

Nggak punya apa-apa tapi bisa menghasilkan uang? Bagaimana caranya..?? Gampang.. Anda tinggal mengikuti program-program affiliate marketing yang berserakan di dunia maya ini. Tapi tentu saja, Anda harus selektif memilihnya. Karena tidak sedikit orang yang tertipu oleh beberapa affiliate program, antara lain mereka tidak membayar komisi yang telah kita kumpulkan.

Affiliate marketing sederhananya seperti “calo”. Jadi merchant/affiliate merchant (orang yang mempunyai produk) akan memasarkan produknya melalui internet, sedangkan affiliater (orang yg tidak punya produk) akan membantunya untuk menjualkan barangnya tersebut. Dari setiap penjualan dia akan mendapatkan komisi.

Aplikasi sederhanya sih seperti ini. Kita membuat website, nah.. kita sediakan lahan kosong atau space di web kita untuk advertise-nya si Merchant. Jika ada orang yang meng-click iklan itu atau membeli produknya, kita akan mendapat komisi. Simple kan? Yang harus kita lakukan adalah mendatangkan traffic (visitor) sebanyak-banyaknya ke website kita agar kemungkinan mereka untuk meng-click iklan pun semakin banyak. Di sini tantangannya…..!!!! Bagaimana membuat website kita banyak dikunjungi orang…

Untuk jenis-jenis affiliate marketing, Saya akan membahasnya lain kali ya…. Tapi jangan khawatir, pasti Saya bahas kok… Tulisan kali ini untuk pengetahuan pendahuluan saja. Gambaran secara garis besar mengenai internet marketing.

Nah, itu sekilas saja tentang internet marketing. Lain kali kita akan membahasnya secara lebih dalam lagi. Jika Anda merasa tertarik ingin mempelajarinya, ga ada salahnya berguru langsung kepada ahlinya. Guru Saya, Anne Ahira. Untuk menjadi murid Ahira di Asian Brain Internet Marketing Center dan mendapatkan pelajaran-pelajarannya, Anda dapat subscribe langsung di http://www.AsianBrain.com/index.php?aff_code=272353

Biaya untuk bulan pertama sebesar Rp. 149.250,- sedangkan untuk bulan-bulan berikutnya sebesar Rp. 199.000,- .Kalo Anda tertarik, cobalah… Insya Allah banyak sekali manfaatnya. Kalo tidak, ya mudah-mudahan info dari blog Saya bisa membantu sedikit-sedikit (maklum, ilmunya masih dangkal… he he..). Yeah… at least we try… Semangat terus, ya….. Sedikit-sedikit, lama-lama menjadi bukit..



-- Belajar Internet Marketing, yuk..!! --

Template by : Kendhin x-template.blogspot.com